Kulit putih, bersih, bersinar, dan halus merupakan keinginan semua perempuan. Banyak yang rela lakukan apa saja untuk tampil maksimal dengan kulit yang membanggakan. Tawaran produk kecantikan yang beragam pun semakin marak, hingga bingung harus memilih yang mana.
Harga yang bersaing juga menjadi tolak ukur para kaum Hawa ketika memilih kosmetik. Tak sedikit yang lebih memilih harga murah dengan produk kosmetik yang cepat tunjukan hasil. Padahal, tidak semua produk kosmetik itu aman untuk dipakai. Semua harus lewati rangkaian proses uji klinis dan mendapat izin dari pemerintah.
Salah satu produk kosmetik yang dapat menjadi rekomendasi bagi para perempuan yang ingin miliki kulit idaman adalah QINARA NATURAL COSMETIC. Produk dari Qinara ini telah memiliki izin BPOM dan terbukti dapat merawat serta mempercantik kulit para perempuan.
Kulit wajah yang kasar, kusam, gelap, bintik hitam, kulit berkerut dan tampak lebih tua, selalu menjadi permasalahan bagi kaum perempuan. Pemilihan produk kosmetik yang tepat akan mendapat hasil yang maksimal. Salah satu paket yang dapat atasi permasalahan tersebut adalah PAKET WHITE & GLOW QINARA.

ISI PAKET WHITE & GLOW QINARA
Paket ini terdiri dari:
  • Facial wash white, pH-nya disesuaikan dengan jenis kulit, berfungsi untuk melembabkan kulit.
  • Face toner, membantu menyegarkan kulit.
  • Day cream white intensive sunscreen dengan SpF 30 dengan glowing effect.
  • Moisturist night cream, kandungan Aloe Vera dan minyak zaitunnya bekerja menutrisi dan melembabkan kulit.
  • Night cream intensive whitening, mengandung vitamin c, arbutin, glutathione, scutellaria baicalensis root extract, waltheria indica leaf  extract.

Kelima produk ini dikemas dalam sebuah cosmetics box exclusive yang cantik dan dapat dimanfaatkan sebagai tempat aksesoris.


MANFAAT PAKET WHITE & GLOW QINARA
  • Kulit terlihat cerah alami
  • Kulit tampak lebih kenyal
  • Semakin bercahaya
  • Menghaluskan dan melembabkan wajah
  • Terhindar dari kulit kusam
  • Efektif memudarkan flek/noda  hitam atau dark spot/ MELASMA/hiperpigmentasi
  • Mencegah penuaan dini
  • Menghilangkan kerutan di wajah
  • Tampak lebih muda berseri
  • Menambah kecantikan dan percaya diri

KEUNGGULAN PAKET WHITE & GLOW QINARA
         Banyak produk yang tawarkan keunggulan dari setiap jenis paket perawatannya. Cerdas dalam memilih harus dilakukan oleh calon konsumen. Keunggulan dari paket White & Glow Qinara ini, diantaranya:
  • Telah memiliki izin BPOM
  • Aman untuk ibu hamil dan menyusui
  • Aman digunakan jangka panjang
  • Tidak menimbulkan ketergantungan
  • Tidak mengelupas di kulit
  • Tidak menimbulkan kemerahan di kulit
  • Produk terbuat dari ekstrak bahan alami
  • Tekstur yang lembut, ringan dan tidak lengket.

Hal penting yang harus dijadikan catatan ketika memilih produk dari QINARA adalah layanan konsultasi bersama dokter ahli kecantikan. Para konsumen dapat menganalisa jenis kulit dan berdiskusi tentang permasalahannya, agar mendapat rekomendasi perawatan yang tepat.

Mau rasakan kulit putih dan bersinar? Pakailah QINARA WHITE & GLOW.



Dapatkan info lengkap dan promo menarik produk QINARA dengan mengunjungi:
IG : @qinara_skincare

#QinaraSkinCare
#QinaraNaturalCosmetics
#QinaraWhiteGlow





View Post



Pabrik Kina Bandung telah berdiri sejak tahun 1896. Pabrik ini merupakan tempat produksi obat-obatan yang kini lebih dikenal dengan nama Kimia Farma. Pabrik Kina terletak di Jl. Pajajaran No.42, Pasir Kaliki, Cicendo, memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi penduduk kota Bandung. Banyak cerita berkesan bagi masyarakat yang tinggal di daerah sekitar pabrik tua ini. Salah satunya adalah peluit yang akan berbunyi sangat nyaring pada saat tertentu.


Peluit ini berbunyi sebanyak 4 kali sebagai tanda pada para karyawan ketika bekerja, yaitu waktu masuk, istirahat, masuk setelah istirahat, dan pulang. Dulu, masyarakat sekitar juga menggunakan peluit ini sebagai tanda untuk melakukan rutinitasnya. Begitu berkesan bunyi peluit ini, hingga masyarakat pun banyak yang menamakannya “Si Heong”.

Si Heong, menara tinggi sabagai sumber suara nyaring tanda msuk para karyawan

Kunjungan saya bersama komunitas Heritage Lovers ini, bertujuan untuk mengetahui sejarah Pabrik Kina secara langsung. Sambutan hangat dari para staf memberi kesempatan pada kami untuk menggali informasi lebih banyak. Bukan hanya itu, kami pun diberi kesempatan untuk melihat beberapa bagian pabrik.
Pabrik ini didirikan pada zaman Belanda sebagai pusat pengolahan obat malaria yang diambil dari pohon kina. Wabah malaria yang terjadi, menjadi awal berproduksinya pabrik ini dengan mengambil bahan baku dari perkebunan kina di daerah Cianjur.
Sejak berdiri, Pabrik Kina alami beberapa kali perubahan nama, yaitu:
·         1896 Bandoengsche Kinine Fabriek (Pemerintah Belanda)
·         1942 Rikugun Kinine Saisohjo (Pemerintah Jepang)
·         1945 Bandoengsche Kinine Fabriek N.V (Pemerintah Belanda)
·         1958 PN Farmasi dan Alat Kesehatan Bhinneka Kimia
·         1961 Bhinneka Kimia Farma
·         1971 PT Kimia Farma berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 16 (persero)
·         2003 Divisi Produksi Bandung menjadi Unit Plant Bandung


Pabrik Kina ini, sejak dulu dikenal sebagai pemasok terbesar serbuk kina di dunia. Sempat alami masa jayanya sekitar tahun 1941, yaitu sewaktu Belanda masih ada di Indonesia. Namun sejak kina banyak dibudidayakan di negara lain dan mulai ditemukannya bahan sintetis, maka produksi obat kina di pabrik ini menurun.
Sayang sekali, pada saat itu kami tidak dapat kunjungi bagian produksi. Padahal kami ingin sekali melihat mesin tua yang dulu bekerja untuk memproduksi obat kina. Alasan keamanan disampaikan oleh Pak Kasdi dari Teknik Pemeliharaan, selaku guide kami selama berkunjung disana. Beliau juga mengajak kami memasuki terowongan yang berada tepat di bawah sepanjang jalan Pajajaran. Terowongan yang lebarnya hanya untuk satu orang ini cukup lembab dan diberi penerangan. Kami sempat kaget dengan suara dari pipa yang menempel di dinding terowongan. Pak Kasdi menjelaskan, bahwa suara itu berasal dari letupan uap mesin produksi.

Terowongan di bawah Jalan Pajajaran (sumber foto: Dewi D. Saraswati)

Keluar dari terowongan, nampak sebuah aula tak berdinding. Disana ada beberapa kolam kering yang besar, mesin tua yang sudah tidak terpakai dan tanki air. Beberapa dinding ada yang roboh dan batu bata berserakan. Nuansa gedung tua, lembab, dan sedikit mistis memang terasa.



Di salah satu sisi pabrik terdapat ruang perpustakaan kecil yang berisi koleksi buku. Beberapa kursi dan meja ada dalam ruangan yang dibatasi oleh dinding tanaman merambat. Lalu kami dipersilakan untuk memasuki ruang meeting. Di ruangan ini, terdapat diorama proses produksi obat kina. Mulai dari pengambilan kulit pohon kina, proses pengolahan hingga hasil produksinya.

Diorama proses produksi Pabrik Kina zaman Belanda

Keasyikan kami nikmati setiap sudut pabrik ini harus dihentikan karena Si Heong telah berbunyi, tanda para karyawan pulang. Namun masih banyak cerita yang keluar dari perbincangan kami. Diantaranya adalah rencana Pabrik Kina yang akan pindah ke daerah Banjaran pada tahun 2020.
Pemerintah Kota Bandung pun berencana mengambil alih pabrik ini dan menjadikannya sebagai destinasi wisata sejarah. Jika rencana itu memang akan segera direalisasikan, semoga salah satu heritage yang ada di Bandung ini dapat dilestarikan. Tanggung jawab untuk menjaga bukan hanya tugas pemerintah saja, namun masyarakat pun harus tetap miliki andil besar.
Semoga Si Heong akan tetap bunyi dan menjadi salah satu ikon dari Pabrik Kina yang sudah terkenal di masyarakat kota Bandung khususnya.




#heritage
#heritagelovers
#citytour

View Post


Lahir di Cimahi bukan berarti tahu dan mengerti seluk beluk kota ini. Walau sempat melihat dan rasakan keindahan Cimahi sejak kecil, tapi rasanya biasa saja, tak pernah usik rasa ingin tahu tentang ceritanya.
Hadir di acara GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM, membuat kesadaran mulai muncul tentang cerita di balik setiap daerah. Menyimak paparan beberapa narasumber munculkan rasa ingin tahu tentang  sejarah kota Cimahi lebih detil. Apalagi setelah Ketua Komunitas Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok menceritakan tentang sejarah singkat beberapa nama jalan di Cimahi. Rasanya ada beberapa memori yang tanpa sadar mengingat Cimahi di waktu dulu. Sekarang Cimahi banyak berubah, pembangunan banyak terjadi sehingga mulai terasa ada beberapa sudut kota yang menghilang tanpa tahu asal usulnya.


Bangunan tua seperti gedung The Historich, rumah Sakit Dustira, stasiun Cimahi, Gereja Santo Ignasius, beberapa bangunan rumah di area markas TNI, dan banyak lagi yang lainnya, masih berdiri sebagai bukti sejarah kota Cimahi sejak zaman Belanda dulu. Walau sudah alami beberapa renovasi, tapi masih dapat dilihat beberapa ciri bangunan tuanya.

Gedung The Historich (sumber foto: https://situsbudaya.id/sejarah-historich-cimahi/)

CIMAHI MILITARY TOURISM ini menjadi program wisata Pemerintah Kota yang bekerjasama dengan instansi militer. Hal ini tidak terlepas dari sejarah kota Cimahi. Sejak dulu, Cimahi memang identik dengan militer. Banyaknya markas besar TNI-AD dapat menjadi sarana pembelajaran tentang perkembangan kota Cimahi yang telah berdiri sejak tahun 1811, karena militer memiliki peran penting  terhadap perkembangan kota Cimahi dari zaman ke zaman.
60% wilayah kota Cimahi merupakan kawasan militer, sehingga Cimahi dikenal juga dengan sebutan Kota Tentara. Banyaknya Pusat Pendidikan menjadi tempat prajurit  Angkatan Darat dari berbagai daerah Nusantara melakukan pendidikannya di Cimahi. Terdapat 8 Pusat Pendidikan (PUSDIK), yaitu
·         Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdikarmed)
·         Pusat Pendidikan Pengetahuan Militer Umum (Pusdikpengmilum)
·         Sekolah Pelatih Infanteri Pusat Pendidikan Infanteri (SPI Pusdikif)
·         Pusat Pendidikan Jasmani (Pusdikjas)
·         Pusat Pendidikan Peralatan (Pusdikpal)
·         Pusat Pendidikan Pembekalan Angkutan (Pusdikbekang)
·         Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom)
·         Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub)


Keberadaan PUSDIK dan markas militer ini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kota Cimahi. Oleh karena itu, menjadikan kawasan militer sebagai destinasi wisata dalam kota menjadi alternatif yang baik untuk diwujudkan.
Acara GRAND LAUNCHING CIMAHI MILITARY TOURISM yang diresmikan oleh Bapak Walikota Cimahi, Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, MM, membawa harapan besar agar beberapa peninggalan bersejarah di Kota Cimahi dapat tetap terjaga dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas.
Rencana bantuan dari Gubernur Jawa Barat terkait penyediaan transportasi wisata semoga segera tercapai. Bus citytour yang akan diberi nama SAKOCI ini, ingin menduplikasi kesuksesan bus BANDROS yang berhasil mengenalkan kota Bandung pada masyarakat penggunanya.  
Rasanya tak sabar menanti terwujudnya rencana dari Pemerintah Kota Cimahi, di bawah program Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) ini. Selain kawasan militer yang dijadikan pusat wisata kota, Cimahi juga memiliki destinasi lokal yang tak kalah menarik seperti  Kampung Adat Cireundeu, Pabrik Bandrek Cihanjuang, dan Alam Wisata Cimahi, yang dapat dikunjungi.
Semoga segera terwujud satu terobosan baru yang akan mengkesplore keunikan kota Cimahi untuk dikenal lebih luas lagi. PR bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun kota kecil ini harus dilakukan bersama. Menjaga dan melestarikan lingkungan serta membangun berbagai sektor kehidupan akan menjadikan Cimahi semakin berkembang.

Tambahan sumber informasi: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cimahi

View Post


Wisuda XIII STTB (sumber foto: Rahmi Aulia Hidayat)

Sabtu, 8 Desember 2018, menjadi hari bersejarah bagi 183 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Pada hari ini mereka yang terdiri dari 106 orang lulusan fakultas Teknik Industri dan 77 Teknik Infomatika berhasil melewati jenjang pendidikannya dan mendapat gelar Sarjana.
Acara wisuda yang diselenggarakan di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink, Bandung. Rangkaian acara berjalan dengan lancar dan khidmat dengan diawali Tari Jaipongan Makalangan yang dibawakan oleh mahasiswi STTB. Dilanjut dengan sambutan, prosesi pelantikan wisudawan, hingga acara penandatanganan MOU lakukan kerjasama dengan STTB.
 
Tari Jaipong Makalangan (sumber foto: Rahmi aulia Hidayat)
Selayang Pandang Sekolah Tinggi Teknologi Bandung
Ketua STTB, Bapak Muchammad Naseer, S. Kom., M.T. menyampaikan dalam sambutannya, bahwa STTB berdiri pada tanggal 5 Oktober 1991 dengan Surat Keputusan Dirjen DIKTI No. 197/DIKTI/Kep/1992. Sekolah ini memiliki tujuan menghasilkan sarjana dan tenaga ahli yang kompeten, sehingga mampu menghadapi tantangan global.
Ketua STTB, Bapak Muchammad Naseer, S.T., M.T. (sumber foto: Eva Sri Rahayu)

Hingga saat ini, STTB telah berhasil mencetak 1355 Sarjana yang berasal dari 3 jurusan, yaitu Teknik Industri, Teknik Informatika, dan Desain Komunikasi Visual. Para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah Indonesia dan luar negeri seperti Sumatera, Sulawesi, Papua hingga Qatar dan Malaysia telah berhasil masuk beberapa perusahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya.
Tenaga pengajar yang dimiliki oleh STTB juga memiliki kompetensi profesional. Dosen yang berjumlah 120 orang ini telah ikuti pendidikan S2 hingga S3. Hal ini tentu mengingkatkan kualifikasi tenaga pengajar yang akan mendidik para mahasiswa.

Kerjasama STTB dengan Lembaga Profesional Lain
Dalam acara Wisuda XIII STTB ini diadakan juga penandatanganan MOU dengan beberapa lembaga sebagai mitra untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Diantaranya bersama Universitas Nasional PASIM, PT. POS, Bank Sampah Bersinar, PT. SLU, CMYK, dan HUNGCHI Taiwan.
Penandatanganan MOU (sumber foto: Rahmi Aulia Hidayat)

Hubungan kerjasama dengan beberapa perusahaan atau lembaga baik pemerintah ataupun swasta menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensinya. Kesempatan kerja yang terbuka lebar akan diperoleh bagi mereka yang mampu berkompetisi sehat saat lakukan kegiatan magang atau penelitian yang berhubungan dengan tugas perkuliahan.
Sebagai salah satu contoh, saat ini ada 13 orang mahasiswa yang mengikuti program intership di Taiwan. Ini menjadi peluang emas bagi mereka untuk dapat belajar dan bekerja. Kabar bahwa mereka mendapat penghasilan sekitar 4-6 kali lebih besar dari UMR Bandung tentu menjadi bonus yang luar biasa.
Dalam acara wisuda ini juga disampaikan orasi ilmiah oleh dr. Cyrille, dari SCHWOB,APAC Head of Research & Technology Development at Airbus. Dia menyampaikan bahwa peluang kerja dalam teknologi terbuka lebar bagi para mahasiswa yang mau bekerja keras.

Prestasi Para Mahasiswa
Tagline “Your Partner to Global Competition” menjadi spirit dari STBA. Ini terbukti dari banyaknya prestasi yang diraih oleh para mahasiswa. Baik yang berhubungan dengan akademik maupun non akademik.
Pemberian penghargaan mahasiswa berprestasi (sumber foto: Rahmi Aulia Hidayat)

Prestasi gemilang pernah ditorehkan oleh Tina Sri Handayani, S. T. Mahasiswi Teknik Informatika ini berhasil meraih Medali Emas pada cabang olahraga Lari 200 m, Medali Perak Lompat Jauh, dan Medali Perunggu Lari 100 m pada Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) V 2018 yang diselenggarakan di Stadion Stadion Pekan Sari Cibinong.
Para lulusan terbaik pun berhasil terbitkan skripsi dengan penelitian yang mencengangkan. Inovasi yang penuh dengan ide kreatif muncul untuk dapat diaplikasikan dalam dunia kerja.

Selamat untuk semua Wisudawan XIII STTB, semoga sukses dan dapat menjadi generasi muda yang tangguh dan berprestasi. Harapan STTB menjadi Universitas di tahun 2022, semoga dapat tercapai agar dapat hasilkan generasi muda yang miliki kompetensi gemilang di era globalisasi masa depan.








View Post

“Habis... diborong sama Mama Dewi, Teh.”
Hiiikks, harus keliling warung atuh kalau gini mah ^-^

Sepulang jalan pagi, sengaja mampir ke warung sayuran dekat rumah. Rencananya, hari ini ingin sekali makan dengan karedok. Itu loooh, makanan khas Sunda yang bahannya dari kacang panjang, timun, boleh juga ditambah dengan daun kemangi.  Nah, salah satu bumbu yang wajib dipakai adalah kencur.

Tapi... setelah semua bahan tersedia, kencurnya malah nggak ada. Terpaksa mampir ke beberapa warung  menuju pulang ke rumah. Tapi dalam hati sih sudah bertekad kalau tidak dapat kencur mau tetap bikin karedok saja. Walaupun akan terasa kurang sedap, tapi sudah kepalang ngebet banget ingin makan karedok (xixi, kaya ngidam aja ya?)

Alhamdulillah, ternyata di salah satu warung dapat juga si Rimpang Wangi ini. Dengan harga Rp5000,- saya hanya mendapat segenggam saja. Ibu di sebelah sempat komentar, "Mahal". Tapi karena memang butuh ya dibeli saja. Menurut keterangan Ibu warung sih katanya sekarang harga kencur memang sedang naik, ditambah barangnya juga susah. Serta merta beberapa Ibu yang sedang belanja saling menimpali, “Gara-gara seblak taaahhh”.


Xixi, lucu juga sih dengar komentar yang hampir senada dari mereka. Mungkin memang ada betulnya juga.  Sekarang banyak sekali orang mencari kencur. Padahal, dulu kencur jarang sekali digunakan untuk bumbu selain kalau mau buat jenis masakan tertentu. Paling sering kencur dikonsumsi sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit saja. Tapi kini, setelah ditemukannya banyak inovasi kuliner yang menggunakan bumbu kencur, akhirnya rimpang satu ini semakin laris dan sering dicari.

Tapi dari kejadian di warung itu, saya jadi tertarik untuk baca lagi khasiat kencur yang lain. Karena dulu, Emak sering bilang kalau kencur itu banyak khasiatnya untuk kesehatan tubuh. Hhhhmmmcuuus asah kuku saja deh tentang kencur ini supaya semakin banyak tulisan di blognya.

CIRI KHAS KENCUR
Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, kencur ini termasuk  tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Tanaman ini mempunyai banyak khasiat, baik dari daun maupun rimpangnya.

Kencur ini banyak sekali ditemui di daerah yang beriklim tropis dan sub tropis. Untuk Asia, kencur banyak tumbuh di daerah Indonesia, India, Bangladesh, Tiongkok, dan Jepang.  Masyarakat banyak menggunakan kencur sebagai bahan pengobatan tradisional yang diracik secara khusus. Karena kencur mempunyai banyak khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Tanaman kencur ini biasanya terdiri dari 2-3 helai daun saja, dan tidak dapat tumbuh tinggi sehingga daunnya menyentuh tanah. Di musim hujan, tanaman kencur ini dapat tumbuh dengan subur dan memiliki bunga berwarna putih lembayung.

Aroma khas kencur akan tercium dari rimpangnya yang berwarna putih yang dibungkus  kulit tipis berwarna coklat. Ukuran kencur juga tidak terlalu besar seperti ukuran jahe atau lengkuas.


KHASIAT KENCUR
Dari sejak kecil, saya sudah dikenalkan dengan jamu tradisional yang biasa dijual oleh Mbak jamu gendong. Jamu yang sering di minum adalah beras kencur. Menurut keterangan Mbak jamu, minuman beras kencur ini terbuat dari campuran beras kencur, gula merah dan asam Jawa. Rutin minum ramuan ini akan membuat nafsu makan meningkat, mengurangi rasa sakit atau ngilu, meredakan lelah dan masih banyak khasiat lainnya. Rasanya yang manis dan segar, banyak juga disukai oleh anak-anak.

Selain khasiat kencur dari ramuan jamu tadi, kencur juga mempunyai manfaat yang luar biasa untuk kesehatan lainnya, seperti:
  • Masuk angin
  • Membersihkan darah kotor
  • Rematik
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Sakit maag
  • Nyeri dada dan perut
  • Radang tumor
  • Diabetes
  • Keseleo
  • Diare
  • Anti kanker
  • Limpa
  • Penyakit kulit
Masih banyak lagi manfaat kencur untuk kesehatan. Tentu semua harus menggunakan petunjuk cara yang benar agar dapat berkhasiat dengan maksimal. Tapi yang paling menarik perhatian saya adalah, bahwa kencur ini dapat menjadi obat penenang. Sehingga kencur dapat juga digunakan untuk menghilangkan gelisah, stress dan depresi. Meski riset yang dilakukan masih memerlukan pembuktian lebih lanjut, tapi banyak masyarakat yang meyakini kalau kencur memang dapat membuat ketenangan.

[Waaah, pantas saja ya, orang yang sedang gelisah bisa langsung tenang tiap kali makan seblak meski harus huuuuhaaaah menahan pedas. Mungkin karena ada khasiat kencur di masakannya, hehe...]

Naah, hari ini jadi belajar banyak deh tentang kencur gara-gara dengar rumpian Ibu-ibu di warung soal seblak dan kencur. Jadi... sebetulnya ada hubungannya nggak sih harga kencur naik dengan seblak?

[Keukeuh yaaaa ^-^]



Sumber info dan gambar:

View Post


Pagi ini memutuskan untuk pergi jalan-jalan sekitar rumah. Otot badan yang mulai kaku dan beberapa bagian tubuh yang melar akhirnya menjadi alasan saya harus gerak (pengakuan diri, hehe). Setelah antar anak-anak sekolah, langsung pergi deh keliling kampung.
                                          
Suasana Kota Cimahi sudah banyak berubah. Dulu daerah Cimahi Utara ini banyak sekali ditemukan sawah dan kebun. Saat ini sudah sangat berkurang, mungkin karena banyak  pembangunan yang  terjadi. Tapi alhamdulillah masih ada sedikit tempat yang tampilkan kesegaran. Masih ada pemandangan sawah dan kebun.

Pukul 06.30 saya start jalan dari rumah. Jalanan memang cukup ramai, kendaraan berlalu lalang. Tentu banyak orang yang akan berangkat kerja, sekolah atau menuju suatu tempat untuk memulai aktivitas. Walau sepanjang jalan harus agak mepet ke pinggir untuk menghindari kendaraan bermotor, coba dinikmati saja.

Pemandangan menuju daerah Ciuyah  biasa saja. Sepanjang jalan hanya dihiasi dengan  rumah-rumah penduduk yang mulai bermunculan.  Perkembangan infrastruktur di daerah Cimahi ini memang cukup pesat sekali. Dulu daerah ini sepi dan kanan kiri hanya ada sawah dan kebun saja. Daerah yang saya lewati ini merupakan perbatasan antara Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Perjalanan mulai menyusuri jalan menanjak, hingga akhirnya sampailah di kawasan yang cukup segar. Kebun dan sawah mulai nampak di sepanjang jalan. Mulai dari kebun kacang panjang, brokoli, timun, sawi, hingga pesawahan yang tidak terlalu luas pun masih ada. Sesekali berhenti untuk nikmati hijaunya daun dari tanaman sayur (tentunya sambil ambil foto amatir yaaa ^_^).

Ketika sampai di area sawah, ada sesuatu yang manarik perhatian. Sekumpulan burung terlihat hinggap diantara rumpun padi sambil menikmati santap paginya. Cukup lama saya tidak lihat pemandangan ini. Padahal waktu kecil setiap hari saya dapat menikmati suasana sawah dengan berbagai musimnya.

Musim bajak tanah
Masa ini merupakan tahap para petani siapkan lahan. Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan membajak sawah dengan alat dan bantuan kerbau. Tenaga kerbau yang kuat mampu membalikkan tanah bagian bawah hingga nampak ke permukaan. Setelah selesai dibajak dengan bantuan kerbau, maka petani pun mencangkul tanah dengan manual. Meratakan tanah yang masih menggunduk agar dapat memberi ruang sehingga tekstur tanah tidak padat dan baik untuk pertumbuhan padi kelak.

Selain kerbau, ada juga bebek yang biasa terlihat di area persawahan ini. Tanah yang sudah dibalik oleh kerbau tentu menyebabkan cacing banyak muncul di permukaan. Saat ini para bebek akan panen cacing sepuasnya.

Dulu, beberapa kali saya sempat temukan telur bebek. Sepertinya bebek itu bertelur pada saat berburu cacing. Maklum... dulu senang sekali main di sawah. Walau hanya tunggu teman lain main sepak bola di pematang, saya merasa cukup bahagia (takut dimarahin kalau pulang bajunya kotor, haha).
Hasil bajak menggunakan alat dan bantuan kerbau

Musim semai
Biasanya di salah satu petak pesawahan ada tempat khusus untuk menyemaikan benih padi. Setelah petani memilih bibit padi yang unggul, maka saatnya menyiapkan media semai. Yaitu bidang tanah yang harus berair, sehingga akan menjadikan tanah lembek bahkan seperti lumpur. Petani menyemai benih selama kurang lebih 2 pekan saja. Hamparan daun padi yang masih muda tampak seperti hamparan karpet berwarna hijau muda yang menyejukan mata.

Hasil penyemaian benih selama 2 minggu

Musim menanam
Setelah benih semai cukup umur, barulah proses penanaman dilakukan. Sebelumnya beberapa Ibu tani telah membuat lubang teratur di area sawah dengan menggunakan tongkat. Ada juga alat yang seperti garpu besar untuk memberi garis di permukaan tanah. Hal ini dilakukan agar padi dapat ditanam dengan rapi dan teratur. Tentu cara ini akan berdampak pada proses pertumbuhan padi yang sehat dan hasil yang baik juga.

Penanaman padi ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman yang masih muda dan rapuh. Kegiatan menanam padi ini biasa dilakukan oleh sekelompok Ibu. Mereka akan berjalan mundur dan membungkukan tubuh untuk memasukan dua  atau tiga batang semai padi pada lubang. Di daerah Sunda, kegiatan ini biasa disebut dengan “TANDUR” yang artinya tanam mundur.

"Tandur" yang dilakukan para Ibu tani
Musim perawatan
Merawat tanaman padi tentu mendapat perhatian khusus dari para petani. Masa ini merupakan proses menuju hasil maksimal yang ingin diperoleh. Menyiangi area sawah dari gulma yang dapat merusak padi harus dilakukan secara rutin. Terlebih jika padi masih berusia muda dan masih berair, pertumbuhan gulma akan cepat sekali. Oleh karena itu, petani sering lakukan proses menyiangi ini seminggu sekali.

Perawatan selanjutnya adalah pengairan. Para petani harus memeriksa aliran air yang melintasi pesawahannya. Memastikan keadaan tanah tidak kering ataupun terlalu lembab. Karena jika kontur tanah terlalu keras atau lembek akan berpengaruh pada kesehatan tanaman padi. Bisa menyebabkan kekeringan atau busuk.

Memberi pupuk dengan teratur menjadi langkah perawatan petani selanjutnya. Pemberian pupuk akan dilakukan secara berkala, sesuai dengan kebutuhan dari tanaman. Biasanya pada usia padi satu minggu para petani mulai menebar pupuk secara merata. Nama urea sangat  familier di telinga saya, karena pupuk ini memang paling sering digunakan petani untuk kesuburan tanaman padi.

Menunggu waktu panen tentu akan buat petani semakin waspada akan serangan hama penyakit. Penyemprotran pestisida yang teratur dapat membantu padi terhindar dari penyakit dan hama. Hama yang paling sering mengganggu padi adalah tikus, wereng, sundep (penggerak batang),  keong, walang sangit, dan burung. Binatang-binatang ini siap mengganggu padi sejak kecil hingga masa panen tiba. Maka para petani selalu menjaga sawahnya sebaik mungkin agar padi mereka rusak karena hama.

Musim panen
Setelah kurang lebih tiga bulan, padi mulai menguning, bulir padi sudah membesar dan biasanya batang padi pun merunduk. Inilah saat para petani memanen hasil tanam mereka. Mereka akan mulai menyabit pohon padi pada pangkal batang lalu menumpukkannya. Setelah selesai, makan akan mulailah kegiatan merontokan padi dengan cara memukulkannya ke alat yang terbuat dari bilah kayu.

Padi-padi akan mulai berjatuhan, terpisah dari batangnya. Beberapa Ibu tani akan mulai memilah bulir padi yang berisi dan tidak dengan menggunakan tempayan yang terbuat dari anyaman bambu. Jika telah selesai, akan dikumasukan ke dalam karung.

Itulah masa tanam padi yang saya ingat sejak kecil. Sekarang, lahan pesawahan telah banyak yang berganti dengan rumah dan jalan. Satu dimensi yang tak dapat dihindari. Saat manusia membutuhkan tempat tinggal dan infrastruktur untuk melangsungkan kehidupan, akan ada sisi yang dikorbankan. Salah satunya adalah lahan pesawahan yang semakin terkikis.

Mungkinkah kita dapat nikmati pemandangan sawah dan segala ceritanya di masa depan. Akankah anak cucu kita nikmati beras dari tanah pertiwi?

Semoga...

View Post